Jombang, 9 Maret 2025 – Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) bersama Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menggelar Dialog Pilar-Pilar Sosial di Pendopo Kabupaten Jombang. Acara dihadiri 452 pilar sosial dari Nganjuk dan Jombang untuk menyelaraskan strategi pengentasan kemiskinan ekstrem hingga nol persen, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Gus Ipul menekankan pentingnya sinergi antar kementerian, pemerintah daerah, dan pendamping sosial. “Program ini harus terarah, terpadu, dan berkelanjutan,” ujarnya. Salah satu strategi utama adalah graduasi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH). Setiap pendamping PKH ditargetkan menggraduasi 10 KPM per tahun agar mandiri secara ekonomi.

“KPM tidak boleh menerima bantuan sosial lebih dari lima tahun tanpa evaluasi. Mereka harus beralih ke program pemberdayaan, seperti modal usaha dan pelatihan,” tegas Gus Ipul. Ia juga menekankan peran Data Terpadu Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai basis data terintegrasi untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

Agus Jabo menambahkan, pendamping PKH adalah ujung tombak dalam pemberantasan kemiskinan. Kementerian Sosial telah menyalurkan Rp420 miliar untuk 116 ribu KPM di Jombang, termasuk PKH Rp141 miliar dan bantuan sembako Rp258 miliar. “Peran 155 pendamping PKH di Jombang krusial untuk optimalisasi program,” ujarnya.

Siti Aminah (34), pendamping PKH asal Desa Sidokaton, menyatakan kesiapannya mencapai target graduasi. “Dengan DTSEN, bantuan akan lebih tepat sasaran. Saya siap menggraduasi 10 KPM per tahun,” ujarnya.

Melalui kolaborasi ini, diharapkan upaya pengentasan kemiskinan ekstrem di Jombang dapat mencapai target yang ditetapkan.